BASIC TRAINING OF BASUNDARA (BASTRAB) KE- IV STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG

BASIC TRAINING OF BASUNDARA (BASTRAB) KE- IV STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG

Basic Training of Basundara (BASTRAB) IV merupakan pelaksanaan latihan dasar dan penerimaan anggota baru ke-IV yang mengaktualisasikan materi PENGORGANISASIAN, KEPECINTAALAMAN, KEBASUNDARAAN, MANAJEMEN PERJALANAN, NAVIGASI DARAT, SURVIVAL, TALI TEMALI, SAR dan PPGD. BASTRAB ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu diklat ruang dan diklat lapangan.

Bertempat di kampus STIE PGRI Dewantara Jombang, diklat ruang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu pada tanggal 17-19 November 2017. Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian materi dasar oleh anggota MPA Basundara.

Dalam materi Pengorganisasian, para calon anggota diperkenalkan apa itu MPA BASUNDARA tujuan MPA BASUNDARA yang tercantum dalam  AD/ARTnya serta struktur kepengurusan inti MPA BASUNDARA periode 2017/2018.

Dalam Kepecintaalaman, para calon anggota ditunjukkan seperti apa kode etik pecinta alam serta etika pendakian. Dalam pengaplikasiannya, calon anggota dituntut untuk menghafal dan menerapkan kode etik pecinta alam dan etika pendakian.

Materi Kebasundaraan, para calon anggota dikenalkan sejarah berdirinya MPA BASUNDARA, struktur pengurus inti periode 2017/2018 beserta divisi-divisi yang ada di MPA BASUNDARA.

Diklat lapangan merupakan acara inti dari kegiatan BASTRAB IV ini. Diklat lapangan tersebut berlangsung selama 4 (empat) hari yaitu pada tanggal 23-26 November 2017 di Dusun Dampak Desa Pangklungan, Wonosalam. Kegiatan ini dibuka dan diberangkatkan oleh Ibu Nissa Rahmawati, SE selaku perwakilan kemahasiswaan dan pembina UKM MPA BASUNDARA.

Dalam materi Manajemen Perjalanan, di sini calon anggota wajib memahami SOP (Standart Operasi Perjalanan), yang meliputi pencarian informasi/sosped, memahami medan lokasi yang akan dituju, estimasi waktu, perlengkapan apa saja yang dibawa, perkiraan biaya, sampai ke prosedur pengurusan ijin ke daerah yang dituju. Calon anggota diharapkan dapat  mengaplikasikan materi ini dengan baik.

Materi Navigasi Darat harus dipahami oleh semua karena merupakan salah satu dari keahlian dasar yang perlu dimiliki oleh setiap penggiat alam bebas. Navigasi darat adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta dengan menggunakan kompas. Dalam pengaplikasiannya, calon anggota dituntut untuk bisa membidik kompas dengan benar dan tepat.

Materi Survival, mengajarkan para calon anggota bagaimana cara bertahan hidup ketika tersesat di alam bebas atau terpisah dengan teman. Materi ini juga sangat penting karena musibah di alam bebas tidak dapat dihindari. Dalam pengaplikasiannya, calon anggota dikenalkan tumbuhan dan binatang apa saja yang bisa dimakan pada saat di alam bebas serta membuat bivak dengan ponco (jas kelelawar) sebagai ganti tenda.

Materi Tali-temali, para calon anggota dikenalkan berbagai jenis simpul dan cara membuatnya seperti simpul jangkar, simpul pangkal, simpul kambing, dan lain-lain. Selain itu juga, diisi dengan pengenalan alat-alat seperti tali webbing, tali karmantel, tali prusik, dan lain-lain. Beserta materi prusiking. Dalam pengaplikasiannya, calon anggota diharapkan dapat mengaplikasikan tali-temali tersebut sesuai dengan kegunaannya.

Dan yang terakhir, materi SAR dan PPGD, calon anggota diajarkan bagaimana prosedur yang benar dalam proses SAR serta teknik-teknik yang digunakan. Selain itu juga, dikenalkan berbagai penyakit yang sering dialami saat berada di alam bebas beserta pertolongan pertamanya. Dalam pengaplikasiannya, para calon anggota diharapkan bisa melakukan pencarian baik itu korban maupun benda berharga melalui kompas dan cara (prosedur) pemberian pertolongan pertama dengan benar.

Dengan mengambil tema, “Kita ada semata-mata untuk berproses”, kegiatan BASTRAB ke IV ini diikuti oleh 13 (tiga belas) peserta dan berjalan lancar tanpa hambatan. (d_peter,beny,&Basundara/STIE/PPSI/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *