BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG GELAR NGOBROL PINTAR INTELEKTUAL SECARA VIRTUAL

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG GELAR NGOBROL PINTAR INTELEKTUAL SECARA VIRTUAL

Selasa (16/12/2021) Di masa pandemi Covid -19 ini banyak bertebaran berita dan konten negatif  serta berita-berita  hoax yang meresahkan masyarakat sehingga mengharuskan masyarakat untuk bisa mengontrol diri agar tetap berfikir positif. Maka dari itu, Badan Eksekutif Mahasiswa mengadakan agenda Ngobrol Pintar Intelektual untuk mewadahi dan mengajak kepada semua kalangan untuk menyadari bahwa kesehatan mental bukanlah hal yang sepele dan jika hal itu dianggap sepele maka akan mengakibatkan gangguan kesehatan mental yang dapat dialami oleh segala faktor  usia. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupan  pribadi orang tersebut. Kegiatan dengan topik “Mental Health” ini diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari kalangan mahasiswa internal STIE PGRI Dewantara Jombang dan umum serta dilaksanakan secara online dengan media zoom.

Dengan mengambil tema “Krisis Mental Dalam Menghadapi Pandemi”, acara  dibuka dengan sambutan dari Ibu Dr. Dwi Ermayanti Susilo, SE.,MM, CAPM selaku wakil ketua III STIE PGRI Dewantara Jombang  dan saudara Puguh Santoso, selaku Presiden Mahasiswa.  Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan tanya jawab oleh dr. Era Catur Prasetya, SP. KJ.  Beliau adalah seorang Psikiater dan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di RS Muhammadiyah Lamongan yang telah memiliki banyak pengalaman dalam menangani Kesehatan Mental. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa kesehatan mental perlu diperhatikan tidak hanya pada masa pandemi sekarang ini, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa saja orang yang terlihat baik-baik saja dalam kehidupan sehari-harinya, tidak menutup kemungkinan orang tersebut mengalami rasa cemas yang berlebihan sehingga menyebabkan kesehatan mental terganggu. Faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan mental antara lain  bersumber dari  lingkungan sekolah, teman, orang tua, masa depan,  bahkan faktor “bullying”.  Beliau juga berpesan : “Ketika kita ingin hidup bahagia, kita harus bisa menyeimbangkan antara konsumsi, toleransi, habitusi, dan adiksi”.

Setelah pemaparan materi selesai dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.  Para peserta aktif menyampaikan beberapa bertanyaan  kepada pemateri. Acara ditutup dengan doa dan pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif berdiskusi selama  webinar berlangsung berupa pemberian doorprize. (d_peter, Beny, BEM/STIE/PPSI/2021)