MENGHADAPI EKONOMI ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0, UKM CENTER OF ISLAMIC STUDY (COIS) STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG GELAR SEMINAR EKONOMI ISLAM

MENGHADAPI EKONOMI ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0, UKM CENTER OF ISLAMIC STUDY (COIS) STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG GELAR SEMINAR EKONOMI ISLAM

Kamis (20/02/2020) UKM Center Of Islamic Study (COIS) menggelar acara Seminar Ekonomi Islam di Hall Budi Utomo STIE PGRI Dewantara Jombang. Seminar ini bertujuan agar para mahasiswa yang mengikuti seminar ini mengetahui apa saja tantangan yang akan dihadapi ketika memasuki era society 5.0. Dengan demikian diharapkan para mahasiswa untuk lebih siap dalam mengahadapi berbagai perubahan yang ada, khususnya dalam menghadapi perekonomian di era society 5.0.

Konsep society 5.0 merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep sebelumnya. Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Konsep society 5.0 ini digagas oleh negara Jepang yang memungkinkan kita untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern untuk melayani kebutuhan manusia sehingga manusia benar-benar menikmati hidup dan merasa nyaman. Sedangkan society 5.0 dalam pandangan Islam sangatlah mendukung dalam perkembangan teknologi dan Islam juga menganjurkan adanya inovasi dalam mengembangkan teknologi sehingga secara prinsip society 5.0 sejalan dengan nilai-nilai ekonomi Islam.

Dengan mengusung tema “Tantangan Mahasiswa Dalam Menghadapi Ekonomi Islam di Era Society 5.0”, seminar dibukan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan sambutan dari Dr. Dwi Ermayanti Susilo, SE., MM , selaku Wakil Ketua III STIE PGRI Dewantara Jombang dan sambutan dari ketua pelaksana M. Syarif Hidayatullah. Puncak acara yaitu penyampaian materi yang disampaikan oleh Bapak Dr.H. Ahmad Syakur, Lc., M,EI (Ketua Prodi Ekonomi Syariah IAIN Kediri)

Dalam pemaparannya beliau menjelaskan bahwa dalam Society 5.0 ini semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri.

“Konsep ini memungkinkan kita untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern untuk melayani kebutuhan manusia. Tujuan dari konsep ini sendiri adalah mewujudkan masyarakat dimana manusia-manusia di dalamnya benar-benar menikmati hidup dan merasa nyaman. Sebenarnya konsep revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia. Jika Revolusi industry 4.0 menggunakan AI, dan kecerdasan buatan yang merupakan komponen utama dalam membuat perubahan di masa yang akan datang. Sedangkan Society 5.0 menggunakan teknologi modern hanya saja mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya, “ papar beliau.

Kemudian acara  dilanjutkan dengan practical speaker yang disampaikan oleh Ibu Karlin, SE, M.AK (Internet Marketing) tentang bagaimana cara  menghadapi era society 5.0. Dimana  mahasiswa harus merubah pola fikir dan dituntut harus berfikir cerdas dan kreatif.  Mahasiswa adalah agen perubahan dan juga sebagai mahasiswa harus yakin bahwa internet dan teknologi mempermudah manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang disampaikan oleh Bapak Beni Sucipto S.M (Demisioner COIS) dan pembagian doorprize serta hiburan. Acara ditutup dengan pembacaan doa. (d_peter, Beny, UKM COIS/STIE/PPSI/2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *