BERJALAN SUKSES, KULIAH UMUM SEKOLAH BUMDES  MENTERI DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI (PDTT) RI DI STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG

BERJALAN SUKSES, KULIAH UMUM SEKOLAH BUMDES MENTERI DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI (PDTT) RI DI STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG

Sabtu (5/12/2020) Bertempat di Hall Budi Utomo STIE PGRI Dewantara Jombang Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd. memberi Kuliah Umum Sekolah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Jombang. Hadir dalam acara tersebut,  Wakil Bupati Jombang, Ketua DPRD, Ketua dan Pengurus PPLP PGRI Jombang, Ketua STIE Dewantara dan jajarannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Asisten 1, Kepala DPMD serta Pengurus BUMDes Kabupaten Jombang.

Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sekolah BUMDes ini merupakan program kerjasama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Jombang dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PGRI Dewantara.

Kuliah Umum yang disampaikan Oleh  Menteri Desa PDTT ini merupakan bagian dari   proses pelaksanaan Sekolah BUMDes  yang bertujuan memberikan wawasan dan motivasi dalam mengelola dan mengembangkan BUMDes. Sehingga para pengelola BUMDes bisa menjadi lebih profesional.

“BUMDes kedepan akan setara dengan PT, Yayasan, BUMN, BUMD, Lembaga keuangan yang memiliki payung hukum masing masing dan berbeda beda. Demikian juga dengan Bumdes akan memiliki payung hukum yaitu Peraturan Pemerintah. Sedangkan saat ini RPP BUMDes sudah hampir selesai, tengah dalam proses dan didiskusikan di lintas Kementerian, bulan Desember ini akan disahkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua STIE PGRI Dewantara Jombang  Dra. Yuniep Mujati Suaidah MSi, menyampaikan bahwa kiprah STIE PGRI Dewantara Jombang  terhadap Pemberdayaan Komunitas Pedesaan Berbasis Potensi Desa dalam rangka perwujudan dukungan STIE PGRI Dewantara kepada pemerintah fokus pada 7 CSR yang berkesinambungan di bidang Kewirausahaan salah satu programnya adalah OVOP (One Village One Product). Dimana Pelatihan dan pendampingan kewirausahaan dengan memaksimalkan potensi desa yang ada sudah sekitar 40% dari seluruh desa yang ada di Kabupaten  Jombang. Diantaranya di Desa Kertorejo dan Desa Badang Kecamatan Ngoro, Desa Carangwulung Kampoeng Adat Segunung Kecamatan Wonosalam, Desa Jatigedong Kecamatan Ploso, Desa/Kecamatan Bareng, Desa Gebang Bunder Kecamatan Plandaan, Desa Tambakrejo Kecamatan Jombang.

“Selain itu, ada Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben, Desa Ceweng, Desa Keras, Desa Jatipelem dan Desa Bulurejo ada Sumber Celeng Kecamatan Diwek, Desa Gedangan, Desa Mlaras dan Desa Plosokerep Kecamatan Sumobito, Desa Nggenengan njasem, Desa Tanggung Kramat Kabuh, Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno, Desa Kepuh kajang dan Desa Pagerwojo perak, Desa Dukuh Arum dan Desa Tampingmojo Kecamatan Tembelang serta Desa Sidomulyo Kecamatan Megaluh,” jelasnya.

Tidak hanya itu, STIE PGRI Dewantara juga menjadi salah satu Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) di Program Inovasi Desa bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Jombang di Desa Wringinpitu, Desa Jatipelem, Desa Curah Malang, Desa Jombatan, Desa Pulogedang, Desa Randuwatang, Desa Bulurejo, Desa Kedunglosari dan Desa Kayangan. Sedangkan pelatihan pengembangan sistem aplikasi pembukuan BUMDes di Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno di tahun 2020. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara rutin setiap tahun di sebagian besar desa di Kabupaten Jombang.

Di sela-sela acara Wakil Bupati Jombang, H. Sumrambah, SP menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mendukung tumbuh kembang BUMDes dalam mengelola potensi desa menjadi sumber ekonomi desa yang nantinya menjadi Sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). Ini terbukti dengan adanya Perda Kabupaten Jombang No.3 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pengelolaan BUMDes. Sejak tahun 2015  Kabupaten Jombang telah memiliki 302 BUMDes di 302 Desa.

Pelaksanaan kuliah BUMDes dilaksanakan selama 6 bulan, dengan 80% kurikulumnya adalah pendampingan langsung di setiap BUMDes. Sedangkan 20%nya adalah pembinaan di dalam kelas. Adapun kurikulum pembelajaran yang diberikan adalah : Pengelolaan manajemen; Keuangan dan akuntasi; Pengembangan dan inovasi produk ; Dampak kepada masyarakat. Sekolah BUMDes tersebut diikuti oleh 90 peserta dari 3 unsur pengelola (Direktur, Sekretaris dan Bendahara) BUMDes pada 30 (tiga puluh) BUMDes di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan pada tanggal 20 sampai dengan 29 Nopember 2020. (d_peter, Top, Il/STIE/PPSI/2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *